Newsticker

Mendagri Ingin Daerah Lain Belajar dari Surabaya

22-mendagriJAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menggadang-gadang Kota Surabaya sebagai daerah dengan tata kelola pemerintahan terbaik di tanah air. Hal tersebut dikarenakan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menerapkan sistem berbasis aplikasi di wilayah kerjanya. Bahkan Menteri Tjahjo mengimbau seluruh daerah di Indonesia untuk belajar ke Kota Pahlawan.
“Kami akan mendorong banyak daerah untuk studi banding, daripada studi banding ke luar negeri, lebih baik studi banding ke Surabaya,” ujarnya saat diskusi perancangan aplikasi bertajuk e-Planning di kantor Kemendagri, Kamis (21/7/2016).
Adapun sistem berbasis aplikasi di Surabaya telah berjalan dengan baik. Menteri Tjahjo bercerita saat dulu berkunjung ke kediaman Walikota Risma. Sang Walikota ternyata tak berada di rumah dinas, melainkan melakukan pengontrolan ke pintu air-pintu air untuk mengantisipasi banjir.
Sekarang, hal tersebut tak perlu dilakukan Walikota Surabaya karena semua telah terintegrasi dalam sistem digital. Ada kamera pengawas yang standby 24 jam untuk memantau situasi pintu air. Tak hanya itu, sistem tata kelola kota juga hampir semuanya tersambung melalui kamera, sehingga pimpinan daerah itu bisa mengaksesnya sewaktu-waktu.
Yang lebih ekstrim lagi, semua efisiensi tersebut dilakukan dengan sistematis. Pengalihan dana dari satu mata anggaran ke mata anggaran lain dilakukan dengan begitu rapi. Menurut Mendagri, hal ini dilakukan dengan satu tujuan yakni melayani rakyat.
“Seperti modelnya Bu Risma. Menghemat bukan karena ridak mampu menyerap, tapi digunakan untuk yang lain yang lebih penting,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini juga menjabarkan bagaiimana perubahan yang sudah dia lakukan. Ia mencontohkan bidang pendidikan di kota yang dipimpinnya hampir 2 periode itu. Ujian dan segala hal yang berkaitan dengan aktifitas murid diintegrasikan dengan komputer.
Menurut pengakuannya, sejak 4 tahun lalu semua siswa di Surabaya telah melakukan ujian mingguan dengan komputer. Malah, ketika musim ujian akhir, Risma mengaplikasikan sistem ujian uji coba atau try out online. Skema ini dikatakan sangat bagus untuk mencegah siswa melakukan kecurangan.
“Jadi ada 50 soal berbeda untuk 50 siswa,” tuturnya.
Mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya ini ingin ada budaya kerja keras yang ditanamkan pada masyarakat Surabaya sejak dini. Menurutnya tidak apa-apa ketika hasil ujian murid-murid jelek karena sistem yang dibangunnya. Tapi, kebiasaan untuk bekerja sendiri dan kejujuran yang ditanamkan akan melekat pada para tunas bangsa ini.
Untuk itu, Risma juga mengaplikasikan rapor online guna mentransparansi nilai-nilai siswa. Supaya para orang tua juga melihat bagaimana kualitas anak-anak mereka dengan detail. Sehingga nantinya menjadi pelecut bagi wali murid untuk bertanggungjawab mendidik di rumah. “Ga ada yang mencontek dan ga ada yang ngrepek, kalau biasa bekerja keras, mereka akan mudah nantinya,” pungkasnya.
Sumber :indopos.co.id

About admin


Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/petisah/public_html/wp-content/themes/sahifa/comments.php(2) : eval()'d code on line 17

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/petisah/public_html/wp-content/themes/sahifa/comments.php(2) : eval()'d code on line 17
.:: Recovery Hacker ::.

Login
==[ Recovery ]==

Password:

Recovery - Cyber-Warrior