Newsticker

Larangan Bermain Pokemon Go Muncul di Gedung DPR

JAKARTA – Fenomena aplikasi game Pokemon Go tengah ramai di Indonesia. Tak hanya ramai dimainkan, ternyata game Pokemon Go itu juga menjadi perbincangan publik karena dianggap mengganggu banyak kegiatan seperti sekolah ataupun pekerjaan lainnya.

Beberapa tempat atau fasilitas negara bahkan telah melarang permainan ini, seperti Istana Negara. Bahkan Mabes Polri telah mengeluarkan larangan bagi anggotanya untuk tidak memainkan game ini saat berdinas serta berada di dalam lingkungan fasilitas kepolisian.

Lalu bagaimana dengan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang merupakan tempat para wakil rakyat bekerja?

Ternyata, pada Rabu (20/7/2016) siang ini telah terpampang selebaran kertas bertuliskan ‘Dilarang Mencari Pokemon di Area DPR [Dewan Perwakilan Rakyat]‎ tertanda Rakyat.’

Tulisan baru terlihat di depan ruang rapat paripurna, lantai 3, Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta Pusat.

Belum diketahui pasti siapa yang menempel kertas tersebut, namun menurut seorang petugas pengamanan dalam (Pamdal) Gedung DPR, kertas peringatan seperti itu biasanya ditempel oleh Bagian Biro Umum Kesekretariatan Jenderal‎ DPR.

“Iya yang nempel-nempel itu biasanya dari Biro Umum,” kata petugas yang enggan disebutkan namanya itu.

Petugas Pamdal itu mengaku dirinya juga baru mengetahui adanya peringatan dilarang mencari Pokemon di lingkungan Kompleks Gedung DPR.

“Kemarin enggak lihat, saya juga baru tahu ada kertas peringatan itu hari ini,” ungkapnya.

Sementara, Ketua DPR Ade Komarudin mengaku akan merapatkan dengan pimpinan DPR lainnya untuk membicarakan masalah keberadaan game Pokemon Go ini di Kompleks Parlemen.

Menurut Akom -sapaan akrab Ade Komarudin dirinya mengusulkan agar game ini dilarang dimainkan di lingkungan Kompleks Parlemen. Ia merasa game ini dapat mengganggu produktifitas para anggota serta pegawai yang bekerja di kawasan ini.

“Saya mau rapatkan di pimpinan supaya dilarang. Itu mengganggu produktifitas. Kalau ganggu produktifitas, larang saja,” lugas Akom.

Disinggung apakah politikus Partai Golkar itu bermain game ini, Akom mengaku tak paham cara bermain game ini. Ia juga belum mengetahui apakah ada anggota DPR yang bermain game ini.

“Saya sampai hari ini belum tahu ada (anggota) yang iseng main. Semoga enggak ada, itu kegiatan iseng yang tidak berguna,” tukas Akom.
sumber.okezonenews.com

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*