Newsticker

Kampung Kubur

KAMPUNG KUBUR (01Sejarah Kampung Kubur dimulai pada tahun 1873 saat dibuka perkebunan tembakau di Tanah Deli. Ketika itu, rombongan pertama orang Tamil sebanyak 25 orang didatangkan ke Medan untuk dipekerjakan oleh Nienhuys, seorang pengusaha tembakau keturunan Belanda.

Selanjutnya, Tembakau Deli menjadi termasyur di dunia internasional, sehingga semakin banyak saja para buruh dan tenaga-tenaga kerja didatangkan dari India untuk bekerja di Tanah Deli baik sebagai buruh perkebunan, sopir, penjaga malam serta buruh-buruh bangunan atau kuli pembuat jalan serta penarik kereta lembu.

Dahulu Kampung Kubur ini adalah bagian dari Kampung Madras yang dihuni oleh warga India muslim yang berasal dari Tamil sejak 1887. karena penghuninya berwarna kulit hitam maka disebut juga sebagai Kampung Keling.

Ada juga versi masyarakat yang mengatakan bahwa dinamakan Kampung Kubur karena ada area pekuburan milik India muslim di pemukiman padat penduduk tersebut yang merupakan wakaf pemberian Pemerintah Belanda. Pekuburan ini letaknya berada tepat di belakang Masjid Gaudiyah.

Awal mula Kampung Kubur disisipi oleh Narkoba terjadi sejak 1970-an silam. Warga Kampung Kubur ketika itu berada dalam kondisi sulit karena dengan kondisi perekonomian minim yang sehari-harinya bekerja serabutan. Untuk memperoleh penghasilan tambahan mereka menggunakan beragam cara, salah satunya dengan menyediakan lahan parkir dan menjadikan tempat tinggalnya sebagai “Rumah Asap” untuk para pengguna narkoba. Lama kelamaan, kampung ini mulai dijadikan kampung narkoba oleh sebagian besar penghuninya.

KAMPUNG KUBUR (06) KAMPUNG KUBUR (08)