Newsticker

GURU PATIMPUS

TUGU PATIMPUS (2)Guru Patimpus, lahir di Taneh Karo Simalem, dekat Gunung Sibayak, beliau menikah di Batu Karang dengan Beru Bangun, dan memiliki seorang anak laki-laki bernama Bagelit. Guru dalam bahasa Karo berarti orang yang berilmu. Beberapa tahun kemudian, beliau menikah dengan salah seorang putri dari anak panglima Deli bermarga Tarigan. Kemudian pada 1 Juli 1590 beliau mendirikan kampung di hulu dua buah sungai, yaitu Sungai Deli dan Sungai Bubura, yang dinamakan Medan. Medan dalam bahasa Karo artinya sembuh dan baik

Dulunya di kawasan ini banyak orang sakit, Guru Patimpus banyak mengobati orang sakit di sini. Oleh masyarakat di sekitar dua hulu sungai ini, beliau sangat dihormati. Terlebih karena beliau memiliki kesaktian dan dapat menyembuhkan penyakit warga sekitar.

Setelah wafat, beliau dimakamkan di kawasan Hamparan Perak, Deliserdang, Sumut. Makam beliau ditemukan oleh salah seorang aktivis Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan. Atas jasa-jasanya Pemerintah Kota Medan memberikan penghargaan dengan membuat tugu atau monumen dirinya yang terletak di Jalan Gatot Subroto, dan menetapkan hari jadi kota Medan pada tanggal 1 Juli 1590.

TUGU PATIMPUS (4)